Wednesday, 24 October 2012


MUSTAJABAH DOA

                Alhamdulillah, Idul Adha tahun ini bertepatan dengan hari jumat. Artinya, pas malam/hari itu waktu mustajabah doanya jadi rangkap dua. Jadi, malam/hari mustajabah doa itu ada 5 jenis dalam setahun. Jumat, 10 Muharram, 15 Sya’ban (nisfu Sya’ban), Idul Fitri dan Idul  Adha.
                Nah, buat yang punya keinginan tapi belum dikabulkan oleh Allah, coba deh berdoa pas malam hari raya Idul Adha tahun ini. Mungkin doanya jadi lebih cepat dikabulkan. Bisa berdoa disepanjang hari kok.
                Penjelasan diatas itu mustajabah doa rangkap dua. Mau yang rangkap tiga juga ada. Kapan?
1.       Sepertiga malam terakhir
 Coba deh bangun buat tahajud dan doa sama Allah. Minta dengan sungguh-sungguh. Khusyu.  Rasulullah SAW bersabda “Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir disetiap malamnya. Dan berfirman ‘orang yang berdoa kepadaKu akan Kukabulkan, orang yang meminta sesuatu kepadaKu akan Kuberi kan dan orang yang meminta ampunan kepadaKu akan Kuampuni ‘”(HR. Bukhari).
2.       Disela waktu azan dan iqamah
                Buat yang tidurnya larut, males bangun disepertiga malam, bisa berdoa diantara waktu azan dan iqamah. Rasulullah SAW bersabda “Doa diantara azan dan iqamah tidak tertolak” (HR. Tirmidzi)
3.       Ketika berbuka puasa
Berdoa ketika berbuka puasa disini yaitu saat setelah berbuka. Makan atau minumlah sedikit sebagai tanda berbuka lalu berdoa. Aku pribadi paling suka berdoa diwaktu berbuka. Karena, pada saat itu, hijab (penghalang) antara Allah dan hambaNya hanya 1 hijab, sementara dulu ketika Nabi Musa ingin melihat Allah, dibatasi oleh 600 hijab. Betapa istimewa umat Nabi Muhammad SAW.
Allah Maha Mendengar kan? Pasti didengar. Dikabulkan itu hak Allah.

Monday, 22 October 2012

MARAH SAAT ORANG LAIN BERKATA BENAR?

                Beberapa waktu lalu, aku liat ada yang ngtweet kira2 gini ‘ntah apa si @xxx asik merepet aja nyuruh orang buat nikah. Gatau apa orang susah ngumpulin uang buat mahar’. Maaf kalo ada yang tersinggung. Aku liat kata2 diatas itu mengandung makna menjelekkan. Aku coba liat dari berbagai sudut yang berbeda, tetep aja ga nemu sisi positifnya.

                Aku coba cek ke TL si @xxx. Emang bener, dia nyuruh nikah. Bagi yang mampu. Buat yang ga mampu, yaa jaga diri dengan ga pacaran. Aku mau nanya, kata2 yang disampaikannya itu asalnya dari mana sih? Siapa yang ajarin kea gitu? Rasulullah SAW kan? Dan Rasulullah dapet dari mana? Allah SWT yang perintahin, bener ga? Jadi itu bukan opini pribadi, tapi bisa dibilang itu kutipan kata2 Rasulullah yang Allah suruh ajarin ke umat Islam.

                Jadi, waktu marah ama orang yang bicara tentang kebenaran, sebenarnya marah ama siapa? Secara ga langsung, sadar atau ga, udah marah sama Rasulullah yang ajarin. Udah marah sama Allah yang buat peraturan. Sama dosen atau atasan aja ga brani kea gtu tapi sama Allah? Berani banget yaa kita.  Padahal slama ini tinggal di bumi Allah, hirup oksigen Allah, pake seluruh anggota tubuh dari Allah. Dan semua itu GRATIS. Tapi masih berani marah sama Allah. Na’uzubillah.

                Aku juga bukan orang yang bersih dari dosa. Aku hina dan nista. Tapi, aku memohon untuk ga pernah ingkar terhadap kebenaran. Kalopun ga sanggup/mau melakukannya, diamlah. Itu jauh lebih baik. Aku bukan wanita baik, hanya seorang wanita baik-baik yang terus mencoba untuk menjadi lebih baik. Dan menjaga apa yang slama ini udah kujaga dengan baik.

21 October 2012, 2.27 PM

Friday, 19 October 2012


BAHAGIA

Begitu banyak definisi bahagia
Berbeda manusia
Berbeda pula makna bahagia
Dan beda juga kebutuhan ny

Ada yang mendeskripsikan bahagia itu harta
Tentu butuh banyak harta
Agar senyum itu terjaga

Ada pula yang mengatakan bahagia itu tertawa
Ketika sedih datang, senyum hilang seketika

Ada pula bahagia dengan bagus rupa
Tapi itu bisa sirna
Termakan usia

Ada juga bahagia karena cinta
Seberapa lama?
Kalau suatu hari terganti bagaimana?
Kalau nanti akan pudar dan sirna mau apa?

Bagiku, bahagia itu sederhana
Bersamamu, saling menjaga
Dalam balutan restu Tuhan dan orang tua
Slalu ada dan saling cinta
Dari dunia hingga nanti di surga
Selamanyaaa...

17 October 2012 11.47 PM

Wednesday, 17 October 2012


KALO BUKAN KARENA ALLAH...

            Pernah merasa ‘aku sudah baik, dewasa dan ga sombong’? Justru dengan berpikir seperti itulah jiwa kita berhenti untuk tumbuh menjadi lebih baik. Dan dengan berpikir seperti itu pula, secara ga sadar kita udah jadi orang yang sombong. At least, kita sombong dalam hati. Tapi justru inilah sombong yang paling parah, menurutku. Karena ga ada seorangpun yang mengoreksi kesalahan yang tersimpan dalam hati itu.

            Persis kayak yang aku alami belakangan ini. Aku merasa sudah baik. Dewasa. Ga childish. Ga sombong. Suka menolong. Tapi semalem Allah menyadarkan aku. Bahwa aku ga sebaik yang aku pikir. Aku belom sedewasa yang aku bayangkan.

            Kalo bukan karena cinta dari Allah yang begitu besar, ga akan aku menjadi lebih baik kayak sekarang. Kalo bukan karena begitu luas kasih sayang yang Allah curahkan, ga akan aku sadar akan kesalahan dan dosa yang aku lakukan. Dan kalo bukan karena Allah yang amat sangat peduli sama kehidupan aku, ga akan ada aku yang sekarang.

            Aku bukanlah wanita baik. Aku hanya wanita baik-baik yang terus berusaha untuk menjadi lebih baik. Dan aku akan menjaga apa yang slama ini kujaga dengan baik.


17 October 2012 01.33 PM


TELUR BUSUK
           
            Plok! Kaget. Astaghfirullah. Kayak ada barang yang jatuh. Langsung nyamperin Mama, karena suaranya dari dekat Mama. Taunya ada telor busuk yang pecah. Baunya amat sangat. Menyengat penciuman sampe mau muntah. Awalnya bau busuk itu ga tercium, hingga telornya pecah. Saat udah pecah, baunya masih ada hingga siang. Meski udah dibersihkan dari tadi pagi.

            Begitulah diri kita yang slama ini terlihat ganteng dan cantik. Ramah dan baik. Cakep serta menarik. Karena mereka ga ‘cium’ bau busuk yang ada dalam diri kita. Dan karena Allah masih menjaga ‘cangkang’ itu tetap utuh.

Seandainya Allah buka ‘cangkang’ yang slama ini nutupin segala kebusukan kita, ga ada yang akan memuji. Jangankan memuji, berteman aja kayaknya ga ada yang mau kali yaa. Karena kebusukan kita udah terlihat dan tercium dengan jelas.

Mudah aja buat Allah buka ‘cangkang’ itu. Amat sangat mudah. Jauh lebih mudah saat kita membuka cangkang sebuah telur. Dan gausahlah memuji manusia dengan berlebihan. Karena sebuah pujianpun bisa jadi ujian. Ujian agar yang dipuji ga sombong ama pujian itu.

17 October 2012 1.11 PM

KEBAIKAN VS KEBURUKAN

                Coba perhatikan disekitar, baik di dunia nyata maupun maya. Banyak hal buruk yang diumbar tanpa rasa malu sedikitpun. Mungkin sekali dua kali masih manusiawi. Tapi kalo udah berkali-kali bahkan sampe tiap hari? Nah, silahkan jawab sendiri. Tapi ketika ada orang yang terang-terangan ngajakin berbuat baik, malah dapet komentar jelek.

                Kejadian kea gini sering banget terjadi di socmed. Lihat aja berapa banyak pengguna twitter yang dengan mudahnya mengucapkan kata-kata kotor, memaki bahkan sampe meng-absen para penghuni kebun binatang. Padahal ada berapa ratus atau bahkan ribu orang yang membaca tweetnya itu. Gimana kalo yang baca adalah anak-anak? Jadi nambahin pembendaharaan kata-kata kotor buat dipakai kan?!

                Tapi berbanding terbalik saat orang ng-tweet hal-hal baik. Kea ngajakin sedekah, shalat, puasa, dan hal lainnya. Baik yang sunat maupun yang wajib. Apa komentarnya? Mulai yang dibilang pamerlah, sok alimlah, pencitraan doang dan kata-kata lain yang bernada sama.

Ada juga yang bilang ‘kalo berdoa jangan di socmed, Tuhan ga follow kamu. Berdoa tuh di atas sajadah’. Tuhan memang ga follow kita di twitter, tapi Tuhan sudah memerintahkan kepada dua malaikatNya untuk terus mem-follow masing-masing manusia. Ga hanya di twitter bahkan sampe ke dunia nyata. Emang kenapa kalo berdoa di timeline? Mungkin ada salah seorang yang meng-aamiinlan doa itu dan jadi terkabul. Kita ga pernah tau kan?!

                Apa salahnya kita mengikutinya? Apa salahnya menjalankan hal baik yang orang lain tuliskan itu? Dan apa salahnya saling mengingatkan sesama dalam hal kebaikan? Bukankan itu salah satu perintah Tuhan? Manusia tempatnya salah dan lupa. Sudah seharusnya saling mengingatkan dan menolong dalam kebaikan.

                Kalopun orang yang menuliskan itu cuma pengen pamer atau pencitraan aja, yaa itu terserah dia. Urusannya sendiri dengan Yang Maha Kuasa. Saat kita melakukan kebaikan, ada Tuhan yang slalu melihat. Kan ga ada urusannya sama dia. Ga akan berkurang pahala kita dalam kebaikan biarpun yang menganjurkan ga melakukan hal yang sama.

12 October 2012 12.49 AM

Monday, 15 October 2012


SEMUA ADA ILMUNYA

                Semua orang akan setuju dengan judul di atas. Apapun itu pasti ada ilmunya. Bahkan ada dalil yang mengatakan bahwa orang berilmu yang melakukan kebaikan akan mendapat 2 pahala. Satu pahala atas ilmunya dan satu pahala atas tindakan baik yang dilakukannya. Begitu besar pentingnya sebuah ilmu. Tapi pada kenyataannya, ada berapa banyak orang yang bener-bener sadar bahwa semua hal itu ada ilmunya? SEMUA.

                Seperti halnya banyak orang beranggapan bahwa ilmu pernikahan dan parenting itu bisa dengan sendiri. Udah nalurinya kea gitu. Yakin? Awalnya aku juga beranggapan seperti itu. Nanti ketika waktunya tiba, hal-hal kea gitu bakalan bisa sendiri tanpa dipelajari. Kalo ga, ngapain nunggu hingga umur segini atau segitu buat menikah?

                Tapi sejak aku ‘ga sengaja’ mempelajari tentang relationship and parenting, aku jadi sadar. Ga ada hal yang bisa tanpa dipelajari sebelumnya. Bahkan terhadap diri sendiri kita perlu belajar. seperti berjalan dan bicara, bukankah dulu kita diajarkan caranya oleh orang tua? Apalagi dalam hal memahami orang lain.

                Sejak saat itu aku jadi sering mengikuti ‘mata kuliah’ relationship. Dari seorang marriage counsellor yang aku ikuti tweetnya setiap hari, aku dapat banyak banget ilmu. Dan beberapa akun tentang pernikahan lainnya (kebanyakan anonim). Tapi semua yang mereka katakan, sama. Sebelum melakukan sesuatu, persiapkan ilmunya dulu. Lalu sempurnakan sambil jalan. Begitu juga dalam pernikahan.

                Bisakah sesuatu berjalan dengan baik tanpa ilmu? Bisa. Tapi butuh waktu, tenaga dan kemauan yang ga sedikit. Seperti orang yang menggunakan metode trial and error. Ada banyak kesalahan sebelum menemukan satu cara yang benar. Emang bisa jadi pengalaman. Tapi kalo bisa menjadikan pengalaman orang lain sebagai ilmu dan guru yang berharga, knapa harus bersusah payah mengalami sendiri? Buang-buang waktu dan tenaga kan?

Ilmu bisa didapatkan dimana aja dan ama siapa aja. Ga harus sesuai dengan bidang yang ditekuni saat ini. Dan ga harus pula duduk dibangku fakultas. Belajar bisa sambil melakukan hal yang disenangi, bermain twitter misalnya.

12 October 2012 01.54 AM