Monday, 15 October 2012


SEMUA ADA ILMUNYA

                Semua orang akan setuju dengan judul di atas. Apapun itu pasti ada ilmunya. Bahkan ada dalil yang mengatakan bahwa orang berilmu yang melakukan kebaikan akan mendapat 2 pahala. Satu pahala atas ilmunya dan satu pahala atas tindakan baik yang dilakukannya. Begitu besar pentingnya sebuah ilmu. Tapi pada kenyataannya, ada berapa banyak orang yang bener-bener sadar bahwa semua hal itu ada ilmunya? SEMUA.

                Seperti halnya banyak orang beranggapan bahwa ilmu pernikahan dan parenting itu bisa dengan sendiri. Udah nalurinya kea gitu. Yakin? Awalnya aku juga beranggapan seperti itu. Nanti ketika waktunya tiba, hal-hal kea gitu bakalan bisa sendiri tanpa dipelajari. Kalo ga, ngapain nunggu hingga umur segini atau segitu buat menikah?

                Tapi sejak aku ‘ga sengaja’ mempelajari tentang relationship and parenting, aku jadi sadar. Ga ada hal yang bisa tanpa dipelajari sebelumnya. Bahkan terhadap diri sendiri kita perlu belajar. seperti berjalan dan bicara, bukankah dulu kita diajarkan caranya oleh orang tua? Apalagi dalam hal memahami orang lain.

                Sejak saat itu aku jadi sering mengikuti ‘mata kuliah’ relationship. Dari seorang marriage counsellor yang aku ikuti tweetnya setiap hari, aku dapat banyak banget ilmu. Dan beberapa akun tentang pernikahan lainnya (kebanyakan anonim). Tapi semua yang mereka katakan, sama. Sebelum melakukan sesuatu, persiapkan ilmunya dulu. Lalu sempurnakan sambil jalan. Begitu juga dalam pernikahan.

                Bisakah sesuatu berjalan dengan baik tanpa ilmu? Bisa. Tapi butuh waktu, tenaga dan kemauan yang ga sedikit. Seperti orang yang menggunakan metode trial and error. Ada banyak kesalahan sebelum menemukan satu cara yang benar. Emang bisa jadi pengalaman. Tapi kalo bisa menjadikan pengalaman orang lain sebagai ilmu dan guru yang berharga, knapa harus bersusah payah mengalami sendiri? Buang-buang waktu dan tenaga kan?

Ilmu bisa didapatkan dimana aja dan ama siapa aja. Ga harus sesuai dengan bidang yang ditekuni saat ini. Dan ga harus pula duduk dibangku fakultas. Belajar bisa sambil melakukan hal yang disenangi, bermain twitter misalnya.

12 October 2012 01.54 AM

No comments:

Post a Comment