Wednesday, 10 October 2012



REZEKI YANG DIANTAR

          Mungkin sebagian orang pernah mendengar kata-kata yang aku pakai pada judul diatas. Slama ini, kita slalu berfikir bahwa rezeki itu ditangan Tuhan. Lah kalo ga diambil, akan selamanya berada ditangan Tuhan dong yaa.

            Kebanyakan orang menyebutnya mencari rezeki. Akupun dulu berpikir hal yang sama. Rezeki wajib dicari, ga akan datang dengan sendirinya. Tapi sekarang aku menyebutnya menjemput rezeki.

Bisa lihatkan beda antara mencari dan menjemput? Mencari berarti harus menemukan sesuatu yang belum pasti bisa ditemukan. Ada kemungkinan gak nemu rezekinya. Kayak mencari sesuatu yang hilang, bisa jadi ketemu bisa juga ga ketemu. Kalo menjemput, berarti sudah tersedia disuatu tempat. Tinggal datang, ambil dan pulang. Bukankah rezeki (halal) terhampar semua dipermukaan bumi ini? Tinggal keluar dari rumah, ambil yang halal dan dengan jalan yang halal juga, lalu pulang.

Tapi, ada juga lho rezeki yang memang diantar langsung ke depan pintu rumah. Seperti kejadian minggu lalu saat adikku minta uang buat bayar les. Kondisi keuangan lagi gak stabil. Tapi Allah memang ga pernah meninggalkan hambaNya. 2 hari kemudian, dateng seseorang ke rumah buat nganterin uang sewa tempat. Alhamdulillah, bisa buat bayar uang les adikku sebelum waktu yang ditentukan.

Ayah itu suka banget nolongin orang. Biarpun lagi susah sendiri. Dan Allah membalas dengan cara yang sangat menyentuh. Pas lagi butuh pertolongan, Allah sendiri yang turun tangan. Alhamdulillah yaa Rabb.

Ingin ditolong Allah, tolonglah orang lain. Ingin dikayakan Allah, kayakan orang lain. Ingin disukseskan Allah, sukseskan orang lain. Ingin dimuliakan Allah, muliakan orang lain. Prinsip dasarnya, berbuat baik kepada sesama, maka Allah yang akan berbuat baik kepada kita. Jangan mengharapkan imbalan manusia, imbalan Allah lebih besar dan tepat waktunya.

No comments:

Post a Comment