pernah ada di suatu masa, my heart beating so fast when i saw you, when I talked to you, when I saw your smile and laugh.
pernah ada waktu dimana mendengar kabarmu itu adalah berita yang bikin bahagia. melihat namamu di inbox bisa menimbulkan sebuah senyuman. dan berbicara ditelpon ga bikin aku bosan dengan cerita hidupmu.
pernah ada saat dimana namamu kusebut dalam sujud terakhirku dan dalam barisan doa yang kupanjatkan disepertiga malam terakhir selepas tahajudku.
pernah ada "percakapan" dengan Tuhan akan dirimu. memohon yang terbaik bagi hidupmu. tak apa aku tak pernah menjadi bagian penting dalam hidupmu, asalkan Tuhan selalu menjadi yang terpenting untukmu.
tapi saat kamu kembali "kesana", aku tau (sepertinya) segala usahaku sia-sia. dan aku lelah. lebih menyakitkan daripada saat kamu bersikap cuek padaku. jauh lebih menyakitkan daripada melihatmu pergi jauh dariku.
dan skarang aku berhenti. benar-benar berhenti. berhenti mendoakanmu. berhenti pula mengharapkanmu. logika dan para sahabat terbaikku melarangku melakukan "hal bodoh" itu lagi. satu kalimat yang sangat menohok "you... a kind and pious girl. how could meet this bastard guy? he never deserve to has all of you did!"
semua emang udah berlalu. akan aku jadikan sebuah cerita yang aku kenang di masa depan. bahwa aku pernah "sebodoh" itu. dan aku masih tetap menginginkan, suatu saat nanti ketika aku bertemu kamu lagi, kamu sudah menjadi manusia yang lebih baik. menjadikan Tuhan yang terpenting dalam hidupmu. dan menemukan seorang wanita yang penuh cinta dan rasa sabar yang luar biasa.
aku yakin Tuhan telah menyiapkan seseorang diluar sana. yang terbaik untuk melengkapiku. terbaik untuk menjadi anak lelaki bagi orang tuaku. terbaik untuk menjadi orang tua bagi para buah hati kelak. terbaik bagi mereka yang kucintai. dan aku bisa menjadi yang terbaik untuk melengkapinya. terbaik untuk menjadi anak perempuan bagi orang tuanya. terbaik untuk menjadi orang tua untuk para buah hati tercinta. dan terbaik bagi mereka yang dicintainya.
from the buttom of my heart, I would say: semoga Tuhan melindungimu. bahagialah selalu...
No comments:
Post a Comment