Monday, 3 June 2013

Bahkan dalam mimpi sekalipun

Ga tau mau mulai dari mana. Yang jelas aku pengen nulis mimpi tadi malem. Eh bukan malem. Abis subuh. And I know, mimpi abis subuh itu bawaan syaithan. Ntahlah. Aku cuma pengen nulis aja.

Setelah kemaren itu aku dapet sms dari si bebeb yang isinya "selamat anda telah berhasil move on", ada perasaan lega. Lega karena emang orang lain yang bilang udah move on, bukan aku yang ngotot kasih label itu ke diri sendiri.

Jadi, tadi abis subuh itu aku tidor lagi. As usual lah. Nah aku mimpi tentang orang-yang-tak-boleh-disebutkan-namanya-itu. Ga tau mulanya gimana, tiba-tiba aja aku lagi duduk santai sambil minum gitu. Bahuku gatal. Jelaslah aku harus ngapain. Garuk!

Tapi makin digaruk malah makin gatal. Datanglah seseorang dari belakang. Berdiri tepat di sebelah kiriku. Meletakkan tangan kanannya di bahu kananku yang gatal tadi. Mengusap perlahan. Ajaibnya gatal itu langsung hilang.

Aku ga inget, gimana ceritanya ibu jari seseorang itu bisa skin to skin sama bahu aku. Padahal aku pakai kemeja dan jilbab (tentu aku pake jeans juga). Aku kaget. Semacam ada sensasi gelenyar hangat. Dan ketika aku mendongakkan kepalaku, betapa kaget yang amat sangat terlihat jelas di wajahku, menyadari siapa yang berdiri tegak di sisi kiriku.

Dia. Yaa dia-yang-tak-boleh-disebutkan-namanya-itu!

Aku yang di dalam mimpi itu langsung blushing. Dalam mimpi sekalipun logika aku "sadar" itu bukan hal yang aku inginkan. Bahkan otakku mengatakan "jangan jatuh untuk yang kedua kalinya dengan orang yang sama, bego!"

Sekarang aku ragu. Apakah benar aku udah move on. Tapi aku ga merasakan hal yang aku rasakan dulu terhadapnya. Ga kesel (oke, cemburu) saat liat dia akrab dengan cewe lain. Malah dalam hati aku cie ciein lagi. Ntahlah.

Aku akuin. Kamu hebat. Bahkan dalam mimpi sekalipun kamu berhasil meraih hatiku. Melawan logikaku sendiri. Hebat! *fake smile*

No comments:

Post a Comment