Sunday, 3 November 2013

Rumah...

Rumah... Setiap kali mengingat kata ini atau saat kita membahas tentang ini, selalu terselip sedikit rasa sedih. Aku bohong. Bukan sedikit tapi banyak.

Awalnya aku senang. Segala perabotan baru telah dipesan. Sesuai dengan yang diinginkan. Tapi ketika sadar harus pindah kamar, ada rasa sungkan yang menggelayuti hati. Aku menginginkan kamarku saat ini. Tapi orang tuaku punya keinginan sendiri. Aku turuti.

Padahal, pindahnya ke kamar sebelah. Tiada berjarak, hanya dinding tembok sebagai pemisah. Tapi tetap saja. Aku lebih nyaman berada di sini. Kamar yang telah bertahun-tahun kutempati. Kamarku sendiri!

Bagiku, kamar sebelah bukan kamar kita. Kamar sebelah tetap kamar mama dan ayah. Karena suatu hari, kita akan mengembalikan kunci kamar itu kepada mereka. Karena suatu hari, kita akan pergi dari sana.

Kamarku di rumah orang tuaku. Kamarmu di rumah orang tuamu. Lalu dimana kamar kita? Di sana. Di sebuah rumah yang telah kamu siapkan untukku. Di sebuah rumah yang bahkan hingga saat ini, aku sendiri belum pernah melihatnya secara langsung. Sebuah rumah yang kamu sebut dengan rumah kita.

Pindah kamar aja hatiku berat banget. Bisa dibayangkan rasanya kalo hari itu datang? Hari dimana kita akan mengembalikan kunci kamar mama dan ayah. Hari saat aku mengunjungi rumah yang sudah bertahun-tahun aku tempati saat ini, aku menyebutnya datang, bukan lagi pulang. Hari...

(aku udah gak sanggup lagi nerusin tulisan ini. Udah dari tadi air mata membasahi pipi. Aku udah duga, berat nulis ini. Aku kira aku akan kuat. Tapi yang gak diduga, aku bisa selemah ini ternyata)

Rumah yang kamu sebut dengan rumah kita.

Friday, 25 October 2013

Taukah Kamu?

Iya. Aku senang kok dapet kata-kata itu. Seneng banget malah. Kata-kata yang sanggup membuat bibirku melengkung sempurna ke atas. Kata-kata yang sanggup membuat aku susah tidur karena terlalu bahagia. Kata-kata yang sering aku nantikan saat akhir chat kita sesaat sebelum pamit tidur.

Iya. Kata-kata sederhana dari kamu yang itu. Tapi kenapa aku seakan ga peduli? Kenapa aku terkesan cuek? Kenapa aku ga pernah membalasnya? Kenapa dan kenapa?

Taukah kamu bahwa sesungguhnya akupun teramat sangat ingin mengucapkan kata-kata itu sejelas yang kamu ucapkan padaku? Bukan. Bukan untuk menyenangkan atau memuaskan ego kamu. Tapi memang aku mulai merasakannya. Di sini. Di hatiku.

Karena sesungguhnya aku menyimpan kata-kata itu hanya untuk suamiku kelak. Karena bagiku kata-kata itu teramat sangat indah. Dan segala sesuatu yang indah, tidak untuk diobral. Jadi, hanya orang-orang tertentu yang bisa mendapatkan kata-kata itu dariku.

Karena sesuka apapun aku terhadap lelaki bahkan kamu, ga akan aku biarkan kata-kata itu meluncur bebas dengan sukses dari bibirku. Sedapat mungkin aku menahannya. Maka, bersabarlah hingga saat itu tiba. Udah ga lama lagi kan? I am still here. Waiting for the best time to tell you that I love you :))

Tuesday, 22 October 2013

Nite Too, Honey

211013 kemarin, kamu bilang "nite too honey" sebagai balasan ucapan "nite" dari aku. Itu aja udah bikin aku bahagia. Itu pertama kalinya kamu panggil aku dengan sebutan itu. Meskipun aku balas lagi dengan "ini mikir brapa lama sebelom dikirim?". Jahat banget yaa aku :">

Dan malam ini, aku coba beranikan diri bilang "good nite sweetheart" tapi malah kamu bales pake "maksudnya?" hah! Udah ngumpulin keberanian malah dibalas begitu. Hih! Eh kalo dipikir-pikir, jadi imbang yaa ama ledekan aku kemaren hehehe.

Tapiiiii... Tapiiiiii rasa kesalnya itu jadi ga berarti. Langsung terganti dengan perasaan berbunga-bunga. Dan melting juga saat kamu nulis "makin sayang adek abg :)". Awalnya bingung sih. Maksudnya apa yaa? Pas aku baca ulang dan ngerti maksudnya, ah perasaan bahagia itu ga bisa ditahan lama :">

Dan yang paling aku syukuri saat ini yaitu saat Tuhan menumbuhkan rasa itu di dalam hati. Aku sangat menikmati setiap prosesnya. Ketika dulu ga peduli dan ga mau tau. Tapi sekarang, kamu itu udah seperti candu.

Terima kasih Tuhan atas seseorang ini dan rasa yang mulai tumbuh di hati. Semoga bisa saling melengkapi dan membahagiakan. Terima kasih kamu yang telah begitu baik padaku. Semoga terus begitu. Lebih baik lagi kalo kita bisa lebih dari itu :))

Friday, 11 October 2013

Write OWV

Jadi aku baru aja siap nulis ini. OWV. Sebenernya udah dari kemaren itu mau nulis. Sengaja nunggu hari ini. Kenapa? Karena 11 Oktober 2013 itu hari pertama kalinya yang bikin aku shock to the max sebulanan yang lalu. Mau dijadiin hari besar dalam hidup kami juga tapi ga jadi karena sesuatu dan lain hal.

Sengaja juga nulisnya di blog, bukan twitter. Biar ga ada yang tau. Jadi ini nulisnya kea mau bikin arsip buat diri sendiri aja. Buat dibaca dan dikenang suatu hari nanti. Bukan untuk konsumsi publik.

Kalopun ada yang mampir dan baca tulisan ini dan berakhir penasaran ama beberapa kata di atas, tunggu aja posting laennya. Kalo ga akhir 2013, Insya Allah awal 2014 nanti bakalan aku kasih tau. Biar kaget kea yang aku rasain. Juga heboh :p

Hokeh. Cukup sekian dan ini aku kasih foto hasil karya aku malam ini. Dang sengaja di blur. Iya sengaja :))

Friday, 26 July 2013

My Nap's Dream

Mimpi barusan itu seru abis. Banget bangetlah pokoknya. Mimpi aja terus yaa. Hahahahaa. Lets tell.

Jadi aku mimpi punya cowo yang bisa dibilang almost perfect. Orangnya mirip banget sama Stuart Collin. Direktur sebuah perusahaan. Masih muda. And especially love me so much.

Aku? Masih suka malu-malu kalo diledekin anak buahnya. Bukan aku banget yaa. Hahahaa. Eits jangan bayangin kantornya itu perusahaan gede gitu. Nope! Bangunan 2 lantai. Ruangannya pribadinya di lantai 2 tapi dia lebih sering gabung sama bawahannya di lantai 1. I love his low profile :)))

Aku gatau posisi aku di situ apaan. Yang pasti bukan posisi penting. Cuma anak bawang gitu. Aku deket sama sekelompok orang dalam sebuah difisi (keren banget bahasanya :p) seorang cewek dan beberapa cowok buat diajak becanda. Homey banget pokoknya.

Jadi hari itu jumat (kea hari ini yaa xD) si cowo aku itu yang malah ga aku tau siapa namanya (parah), udah balek duluan sejak shalat jumat. Ga masok kantor lagi karena ada keperluan di luar. Tapi janji ntar sore mau jemput aku balek ke rumah. Aduduh perhatiaan banget abang ini. Meleleh :'))

Pas sore, mau balek gitu ternyata udah duluan ada sebuah pesan dari dia "where are you? I am corious". Sambil senyum aku mau bales smsnya. Dan tepat saat itu hape aku mati total. Liat hape satu lagi, emang udah mati dari tadi. Gimana dong nih? Mana sesak pipis lagi. Pesannya itu pasti udah ada di hape dari tadi.

Ga ada pilihan laen, balek masok kantor trus nitipin tas ama hape ke temen cewe, baru deh ke toilet. Taunya ditungguin sama temen aku itu, tiba-tiba dia nanya "kalo si bos tau kejelekan kamu gimana?" dan dengan santai aku jawab "biar aja. Dia harus bisa terima aku sepaket ama kekurangan aku. Bukan cuma lebihnya doang. Aku cuma manusia biasa" sambil jalan kembali ke dalam.

Baru masok ruangan, aku udah liat cowo aku (ciiiee... Yaelah bro) lagi ngobrol di sisi ruangan sana. Aku langsung ke meja si cewe. Eh hape aku lagi di-charge. Tau-tau udah ada dia di belakang aku dan bilang "bagus yaa... Hape dua-duanya ga bisa dihubungi. Bikin khawatir. Kemana aja?" dengan tatapan mata tajamnya. Ngeri bok.

Aku jawab "maaf... Barusan dari toilet. Hapenya emang mati" dan temen aku itu bantuin jawab "barusan di charge bos..." dan orang yang tadi ngobrol sama dia ngajak ngobrol lagi. Aku perhatiin dia dari belakang. Tinggi banget sih kamu. Kataku dalam hati. Masih pake baju koko putih ama sarung. Keanya emang belom sempat pulang ke rumah abis jumatan tadi. Sibuk banget. Tapi masih sempet buat jemput aku. Khawatirin aku. I feel my heart was warming :3

Siap memandangi punggungnya, aku liat hape aku lagi dipegang sama cowo yang masih satu kubikel ama temen aku. Iseng aku bilang "ada yang ngetawain foto aku nih" suara kecil, ga niat laporin sama yang di sebelah. Si temen cowo malah selow buka yang laen lagi. Trus temen aku yang cewe dengan suara gede bilang "bos... Liat tuh" lalu si bos balek badan, liatin pake tatapan matanya yang tajam ke arah cowo itu pegang hape aku. Langsung deh mukanya pucet dan meledaklah tawa kami semua.

Dan abis ketawa, aku kebangun. Mimpi pas lagi demam pula. Hahahahaa. Tapi romantis juga mimpi aku barusan. Aaaakkk... Pengen jadi kenyataan. Punya cowo yang sayang banget sama aku gitu. Trus ibadahnya bagus. Perhatian. Khawatir kalo ga bisa dihubungi. Dan aku juga sayang banget sama dia. Dan aku dapet banyak bonus lagi, mapan dan tampan :3

Friday, 12 July 2013

Aloneness Buka Puasa

Yes. Aloneness. But not loneliness. I dont feel pathetic. Dont feel anything. Instead in a part of my mind want this situation.

Truly alone. No my parent. No my brothers. No kanji as the most have takjil in my home. Every year. Everyday except today.

Before my mom go, she has prepared for the menu to me. She fried risoles. And I saw in freezer, there is a bowl of timun iced. They served me. Seriously.

They let me go to bukber with my friends. So why I dont let them go to bukber with the others? Even though, I am aloneness in this home. I dont mind.

But I think I wanna bukber in my bestfriend's home. My neighbor. It os sounds good. I'll bring my takjil. I dunno.

I wanna bukber in this aloneness. I wanna bukber with my best friend's home. Aloneness. Togetherness. Aloneness. Togetherneas. I am confusseeeeddd.

A minute ago my cousin gives me kanji rumbi. No. It is not same with kanji daun is like my mom cook, but it is okay. I am so grateful with menu today. Alhamdulillaaah :)))

So... This is my takjil today. Yummy and deliciouuusss. How could be I feel pathetic, besides Allah love me and gives me this much? :)))

Sunday, 7 July 2013

My Best Friend Birthday

Saturday. 6th July 2013. I gift a surprise birthday celebrate to my best friend with her boyfriend.

First of all. I didnt think to give her a surprise again. I did when she is 17th. But her boyfriend asked me to help him to make a surprise birthday. I confirmed it.

We usually hang out in kabuji on weekend. Thanks God. She was birthday on the weekend. Her boyfriend asked me to bring her to kabuji on the day. Okay. It is easy.

Afternoon. H-1. Her boyfriend dont ordered the cake yet. My Godness! How could be it is happened? Ou boy... Stupid me. I should to dont ever believe the detail things to boy. Thanks God. The cake was finished before saturday afternoon.

The first time we arrived kabuji. When she looked her boyfriend there. She was shocked. I wanna laugh of loud at the time. She accused me. I said that "i think he saw my tweet this morning. It is explain why he is here now".
"what do you tweet?" she asked
"I wrote 'i hope the sun will shine until afternoon. I wanna go to kabuji'. Just it"

I tweeted like that because I know I will make it as a reason for her. It is not me if I cannot "meloloskan diri" without some lies. I always tell the truth but sometime what I think is not same with your thinking :p

I think it is enough for this post. Past midnight now. I wanna sleep. And my brain is tired to think more of english vocab hahahaa. I write it to make me remember and refresh my english. The vocab and grammer. Hopefully, whoever read this post can understand what I wanna tell about.

This is the birthday cake. MU pic. Her fave football club. In the surrounding area written with blue ink "HAPPY BIRTHDAY CNA". Given by her beloved boyfriend :)))

Go Fishing

Someone told me that "kak, 'go fishing' I think you deserve for it". And my best friend told the same. Go fishing. It is means looking for someone. Boyfriend.

Instead she talked "you always try to make everyone that you love are happy. Now, please make yourself happy. Go out. Find someone else who loves you".

Okay. I will find someone else. The man who treat me as his princess. Take care of my heart. Make me comfortable with his kindness and badness. But the question is where I can get this man? Do I sell my self for this? Or I have to make some ads in big billboard and take it on some of main streets?

Sometimes I thought. I wanna have a normal life. Like most of young lady. Hang out. Have a boyfriend. Happy then. But I know, I never be them. I didnt know when they are sad and cry. Did I know they are always happy with their relationship? Nope!

I am enjoy with my life. Have some great best friends. Hanging out with them sometimes. Although I dont have boyfriend and I want I never have. I am happy, sad, smile, laugh and crying too. The most happiness for me now is through much of the time with my family. Tell some jokes and laughing together. No gadget better.

Maybe the almost of girls who need a boyfriend because they dont have much of love from their family. Especially from their dad and brothers. But I have. Call me pathetic or whatever. I dont care. Never! :)))

All of the people can say anything with all the logic. They can tell me all of their opinion. But I have mine. And I dont have to follow what they said about. It is my life. I know what make me happy. And my parent's happiness.

Once more... I am the unique lady. I dont need a boyfriend. I just need a husband who treat me as his princess and I will treat him as my prince :p

Thursday, 4 July 2013

Quality Time with Family

Rabu kemarin, 3 Juli 2013. Kami dinner di Nasi Uduk Klapa Gading, Lingke. Tempatnya pas di depan asrama haji Banda Aceh.

Dari kemaren itu emang pengen banget sekali-kali makan di kuar bareng. Apalagi momennya pas banget. Sebelom Ramadhan. Yaudah mobil udah aku bawa pulang, pigi lah.

Awalnya pengen ngajak ke Purnama, Peunayong. Tapi pas request ke sana, kata Ayah "makan dimana aja deh. Asal bukan di tempat cina". Aku pun pusing. Kemana yaa.

Mana selasa kemaren abis makan mie pangsit ama si bebeb. Masa ngajak makan mie lagi. Makin bingung aku. Rencananya seminggu ini pengen wisata kuliner. Beda-bedalah.

Spoiler dikit. Senin abis minum es canpur Afuk. Kepengennya sih dari minggu siang pas ke Lanbaro beli ikan ama si bebeb. Puanasnya polll. Terus selasa sore makan mie pangsit. Pake tambahan perkedel dan krupuk pangsitnya. Rabu lunch pake siomay. Dinner nasi uduk. Kamis buka puasa pake tahu goreng ama ayam. Alhamdulillah :')

Back to dinner last night. Jadi walopun ujan kami tetep pigi. Akhernya diputuskan makan di Nasi Uduk Klapa Gading. Mesennya udah. Nunggunya yang lama buangets. Mana ujan. Ga bawa jaket lagi. Gigi gemeletuk. Ggrrr!

Kata Ayah enak. Trus harganya juga ga mahal banget. Si Irol aja makan ampe abis. Biasanya ga pernah abis satu porsi dia makan ginian.

Dan yang lebih kerennya lagi, dari pergi sampe pulang, aku ga maen gadget! Nunggu makanan yang lama buanget datengnya sambil ngobrol dan becanda sama yang laennya.

Wohaaa. It's fabulous. Mengingat betapa cintanya aku sama gadget dan online. Awalnya gegara kedua hapeku ketinggalan di mobil. Tapi pas mau ngambil, aku mikir "mau coba family time yang beneran quality malam ini. Without gadget".

Serru banget banget. Ketika orang lain ngomong, nanggapunnya cepat dan membalasnya. Bukan dengan membagi konsentrasi antara gadget dan lawan bicara. Itu menyenangkan. Sangat.

Hal precious yang terenggut sejak kita menjadi addict ama gadget. Cobalah. Quality time without gadget. Kerasa banget. Makanya postingan ini ga ada foto. Yeah. No gadget! :)))

Friday, 28 June 2013

Aku dan OT

Kalo sekali lagi ke OT mondar mandir kea gini, bunuh aja aku. Dikira abang tu caper kali akunya. Asik bolak balek aja.

Beberapa bulan lalu nyari jersey sama si bebeb. Ke OT ga ada yang pas. Muterin Banda Aceh ga ada juga. Trus ujung-ujungnya balek ke OT lagi. Masih mending.

Hari ini? Keliling Banda Aceh dulu. Baru ke OT. Di tempat laen sebijik harganya xxx. Di OT segitu dapet 2 bijik. Ish. Kaco. Laen kali langsong ke OT aja deh.

Udah beli warna merah. Keluar. Sampe di motor bengong dulu. Keren yang item kea nya. Masok lagi. Ganti warna itam.

Sampe rumah si nunun malah lebih suka merah. Balek lagi ke OT. Tuker warna itam ke merah. Aaarrgghhtt. Palak. Sekayak caper aku ama abang manut (sebutan buat abang yang jualan di OT gegara nanyain aku ama si bebeb ada jadi anggota indomanut. Maksudnya indoManUtd mehehehe).

Tapi aku ga mau masok lagi. Malu meeeen. Aku tunggu di luar sambel ngetik draft awal tulisan ini (iseng aja awalnya, eh bisa jadi sesuatu juga hehe). Si nunun aja yang masok buat ganti. Tros balek-balek taunya beli sebijik lagi anak ni. Bagus juga. At least ga cuma nuker aja. Ada beli lagi. Phyuuffttt.

Si bebeb udah aku sms tadi "lengan panjang apa pendek? Merah apa hitam? Gausah banyak tanya. Jawab aja. Ntar aku kasih tau"

Dan dibalesnya "merah itam apaaa? Itaaaam. Panjang. Ish judes kali" hahahahahaa. Ini awas aja kalo nanti ga suka. Ga mau tukar aku. Udah nanya :p

Pengennya sih bisa beli yang ori. Iya yaa PI. Player Issue. Bukan yang seven star. Tapi apa daya, anak muda ga punya banyak dana. Kalo taon lalu bisa ngasih yang mahal yaa karena dananya banyak. Buat beli yang ini aja harus menyisihkan rupiah demi rupiah agar terkumpul dan cukup. Mana uang jajan kadang ga dikasih :|

It is not about money. It is about "value" that you can look from the story of it. Halaaaah kere mah kere aja. Ga usah ngomong sok bule. Lagian siapa suruh ultah barengan kea gini. Hahahahahaaa.

Pokoknya kalo ke OT ada kejadian memalukan kea gini lagi, udah dapet pireng/payung cantek. Kalo ga bunuh aja aku -_____-

This is 3 jersey. 2 MU. Black and red. And a local club.

Friday, 21 June 2013

Another Day With Kakak

Siap beberes rumah kea biasa. Ke kamar, online sambel leha-leha. Cklek! Pintu kamarku dibuka.
"cek unaaa... Kakak udah potong rambot" wohaaa my pretty girl was comiiiing.
"siapa potong?"
"mama"
"kakak belom mandi yaa?"
"hihiihi belom"

Our little convo this morning. Seneng banget pas gadis kecil ini ke rumah. Apalagi dengan muka bantal baru bangun, cuma pake singlet dan celana rumahan langsung maen ke sini. Sweet :')))

Dan hari ini aku yang mandiin dia. Iya abis betengkar dulu gegara ga mau cuci rambot dan dia ngirain sabun cair aku adalah sampoo -____-

Aku anterin pulang buat ganti baju. Dan maen lagi ke rumah. Bawa nasi dalam kotak bekal. Makan sendiri sementara aku bantuin Mama masak. Pas lunch, disuapin lagi sama kak Ani.

Abis shalat dhuhur, akunya udah ngantok. Anterin pulang (lagi) buat tidor siang. Gegara gadis kecil ini, telat bangun buat pigi ngaji. Alarm sih kea biasa. Tapi malah aku matiin dan lanjut tidor. Parah :|

Buuuuttt... Once more. I had fun with her again. Capek emang tapi seru juga. Yaaah itong-itong belajar sabar sebelom punya anak sendiri nanti *aamiiin yaa Allah* -yakali bisa punya anak sementara ayahnya masih gatau dimana- :p

Satu hal yang aku salut banget sama si kakak ini. Jilbabnya hampir ga pernah lepas. Subhanallah banget pokoknya. Kalo mau pigi, jilbab always in her head. Ke rumah aku atau tetangga lainnya aja pake jilbab. Aku? Pas SMA ke rumah tetangga ga pake jilbab. Sekarang aja di rumah masih suka maen pake kaos ama celana pendek or mini dress :|

I have to learn more from this cutie. She is younger than me. But she can "teach" me with her own way. Salute! :)))

Thursday, 20 June 2013

Had Fun with Little Smart Girl

"hey anak tutin" aku berteriak saat seorang anak kecil lewat di halaman belakang rumah.
"bukan tu-tin. Ke-cil!" sahut si gadis kecil itu seraya berjalan ke arah teras belakang rumahku tempat aku berdiri.

Yaps. Seperti sebuah password untuk menariknya mampir ke rumahku. Justru kalo aku memanggilnya dengan baik, dia malah ga mau mampir. Psikologi terbalik. Halaaah xD

Si gadis kecil yang aktif nan cerdas ini, anak tetanggaku. Yaah bisalah disebut ponakanku juga. Aku suka banget sama si penggila permen dan coklat ini. Imutnya itu loh. Subhanallah banget pokoknya. Cerdas pula. Top.

Jadi amper setengah hari tadi, dia maen sama aku. Dari jam 9 sampe jam 2 siang. Udah aku bawa ke rumah kepala sekolah mamaku -aku baru tau kalo ternyata dia belom mandi saat mamanya bales sms aku yang bilang dia aku bawa keluar- dan ternyata dia inget kalo jalan ke rumah kepsek mamaku itu sama kea jalan menuju sekolahnya. Wow. Great memory little cutie.

Terus pulang dari sana, minta ikut juga ke resepsinya temenku. Gegara dia liat aku bungkusin kado. Aku anter pulang buat mandi dulu. Jelaslah aku tungguin. Bisa nangis kejer si kakak. Takot aku tinggal.

Rewel? Yaa namanya juga balita. Tapi so far sepanjang hari, si aneuk eh kakak ini jadi anak manis kok. Intinya beberapa jam tadi, mencoba menjadi lebih sabar. Sedikit banyak jadi paham ngurusin anak itu susah tapi menyenangkan. Banget :))) *ngurusin anak orang aja aku selow banget, moga aja ntar ngurusin anak sendiri lebih selow lagi. Aamiiin*

Sampe malah ini anak dikirain anak aku. I dont care. Ada cowo nanya "anak kamu?"
"coba liat. Mirip ga?"
si cowok itu perhatiin dan jawab "ga mirip"
"mirip ayahnya" jawabku sambil senyum. Padahal dalam hati aku pengen ketawa gede-gede.

Yakaliii aku punya anak yang umurnya sekitar 3,5 tahun. Dengan umur 22 lebih, diasumsikan aku udah punya anak sejak 19 taon. Nikah umur 18 taon. Umur segini aja minta nikah susah amat, lah apalagi pas umur 18 taon? Paleng baru lulus SMA :p

Hoiyaaa... Si aneuk eh kakak ini dulunya di panggel "aneuk" tapi sejak punya adek, dia ga mau lagi dipanggel gitu. Maunya dipanggel "kakak".

Sebenernya bagus sih. Tapi yaa udah kebiasaan panggelnya aneuk. Tiap kali manggel aneuk, dia protes. Langsung dibenerin. Akunya yang cuma bisa nyengir doang.

"tadi aneuk ke sini sama..."
"bukan aneuk! Ka-kak" potongnya tanpa membiarkan siapapun menyelesaikan kalimatnya terlebih dahulu. Dan ini berkali-kali terulang. Pffft.

Sampe aku bilang "aduuuuh... Lupa selalu cekna panggelnya sekarang kakak bukan aneuk lagi"
"hihiihihiihi... Cekna kayak nenek-nenek. Lupa selalu" katanya sambil ketawa cekikikan.

Kampreeeet. Ngatain aku nenek-nenek. Anak kecil ini kalo ngetawain orang emang kurang ajar banget. Antara pengen nyubit lucu atau ditabok. Gemes! But I realize something. She knew that the people yang suka lupa itu kea nenek-nenek. Did I say that she is smart? Yes. She is.

Semua orang pengen banget bisa ciom si kakak ini tapi dia paleng ga suka diciom apalagi orang yang menurut dia masih asing. Kadang kalo lagi badmood, mamanya aja yang ciom, diaposnya ckck. But she is an adorable little cutie. Love her.

Dengan segala kerewelannya. Tingkah polos nan lucunya. I had fun with her today. Wanna have another day with her again :))))

Wednesday, 19 June 2013

Love or Lifestyle?

Pacaran itu sama kea ngeribetin diri sendiri - Zarry Hendrik

Pacaran itu ga disuruh sama negara pun agama. Pacaran itu hanya sekedar lifestyle. Ga punya pacar seakan cupu banget. Dan pas bilang "ga punya" atau "ga pernah" malah pada ga percaya. Pffftt.

Dalam pacaran, biasanya muncul hak-hak yang menurut aku "ga banget deh". Pergi mesti laporan dulu. Apa-apa minta izin. Bisa ngatur gini gitu. Ish.

Anggaplah aku nulis beginian karena aku ga punya pacar. Pun belom pernah pacaran. Kalo suka lawan jenis mah sering. Normal kan yaa. Iya.

Tapi kalo aku pikir-pikir lagi, fungsi pacaran itu apa yaa? Selain bikin diri sendiri ribet gitu. Lemme explain some reasons of pacaran yang kata orang-orang sih gitu. Dalam hal ini aku ga bahas dosa. Itu urusan pribadi tiap manusia dengan Sang Pencipta.

Biar saling kenal. Atau biar punya hak buat grepe-grepe? Answer it by yourself. Kata salah seorang marriage consellor, pacaran itu ga perlu karena dalam pacaran kebanyakan orang pake topeng. Setelah nikah nanti, baru deh kebuka jeleknya semua. Nah, sama aja kan yaa? Iya.

Biar ada yang melindungi dan menjaga. Kalo ini yang jadi alasan, nampak banget ga ngerasain kehangatan keluarga. Yaa kalo kamu sebatang kara di dunia ini.

Komitmen. Bolehlah. Tapi dasarnya apa? Komitmen buat... Menikah? Coba deh cek lagi. Ada lelaki yang memisahkan kriteria pacar dan istri. Ada.

Kalo yang aku liat yaa. Sebagian besar orang pacaran karena lifestyle. Dan kalo diperhatikan lagi, lebih karena kekosongan hati. Entah dari Sang Pencipta atau keluarga. Atau malah keduanya.

Alhamdulillah aku dilahirkan dalam keluarga yang hangat. Jadi, pacaran pun kea nya si pacar ga guna buat aku. Kasih sayang? Berlimpah. Perlindungan dan perhatian lelaki? Berserakan. Seorang Ayah yang care dan 4 saudara lelaki yang awesome. Mau minta tolong apa, selama masih wajar, insya Allah terpenuhi.

Mama yang tegas tapi selalu bisa diajak shopping. Boleh minta apa aja. Punya sahabat yang kece dan tulus. Pas aku drop and down, ada buat support aku. Dan tentu punya Allah yang amat sangat baik sama aku. Terus apa fungsi pacar kalo semua yang aku butuhkan tersedia? Alhamdulillah :)))

Tapi beda yaa pacar sama suami. Cuma suami yang boleh penuhi kebutuhan yang satu itu. You know lah what I mean. Yaa sebagai manusia normal, suatu saat aku membutuhkan itu. Suatu saat. Nanti.

It just an opinion. Yang mau pacaran yaa silahkan. Abang dan adek aku juga pacaran kok. Nikmati aja lifestyle jaman sekarang. Dan aku juga ga mau judging orang yang pacaran. Belom tentu aku lebih baik dari mereka. Ask ourselves :)))

Tuesday, 18 June 2013

The Story of Cutie Box Bag

Di post sebelomnya udah aku bilang sih kalo minta sesuatu sama Mama itu asik banget.

Minggu lalu, tapatnya hari rabu, aku nemenin Mama ke bank. Iseng bilang "Maa bagi 3 lembar dong" and you know Mama bilang apa? She said "2 lembar aja yaa" dan beneran dikasih loh. Senyum-senyum sepanjang hari. Rejeki :)))

Trus malemnya ke super market yang lumayan lengkaplah. Pas lagi jalan-jalan, lewatin bagian yang jual tas. Iseng mampir dan ngeliat ada box bag yang pengen banget aku punya dari lama. Omaigod.

Tas kea gitu pertama kali aku liat di instagram seorang designer muda gitu. Lucu banget. Yaa sadar dirilah ga bisa beli yang model gitu. Paleng pengen gitu-gitu aja. Sampe akhirnya terlupakan.

Tapi pas malem itu aku liat box bag yang mirip banget ama kepunyaan si designer muda itu, langsung deh sifat konsumtif aku melonjak sampe ke ubun-ubun.

Aku minta beliin sama Mama. Tapi Mama cuma bawa uang dikit. Ga niat belanja banyak. Ayah bawa uang sih, tapi pengen benerin gagang kacamata. Padahal box bag itu udah aku pegang-pegang. Udah suka bangetlah pokoknya. Modelnya. Bentuknya. Warnanya. Ukurannya. Semuanya kea dalam bayangan aku.

Tapi dengan berat hati harus kutinggalkan box bag itu. Dan berharap ga ada yang beli sampe aku dateng buat ambel lagi. Aku bakalan envy berat kalo box bag itu dipake orang laen.

Sampe rumah, kepikiran box bag itu. Parah banget emang. Ga pernah segalau ini cuma gegara sebuah tas. Padahal bulan lalu abis beli dompet besar warna merah yang hampir seukuran box bag itu juga.

Ampe besoknya masih kepikiran juga. Trus aku coba shalat dan ngaji. Sedikit meredakan sih. Tapi masih tetep ada sisa galaunya -_____-

Aku coba sugesti diri sendiri. Kalo emang rejeki ga akan kemana. Pasti nanti kebawa pulang kok. Tapi kalo emang ga rejeki, pasti ada aja alasannya barang itu ga akan bisa dimiliki.

Pernah kan pengen banget suatu barang kemarennya tapi pas besoknya dateng lagi, ngambil barang itu dan pas mau ke kasir malah ga excited lagi sampe ga jadi beli? Nah se-simple itu yang namanya ga rejeki.

Ayolah... Coba mana ilmu ikhlasnya diterapin dulu. Baru segini doang udah galau parah gini. Gimana mau selesain persoalan hidup yang lebih rumit? Selow aja lah bro.

Sampe akhirnya pas hari sabtu, aku sama Mama ke pasar lagi. Ke toko baju, Mama nanya "kakak suka ga kemeja ini?" sebenernya sih suka. Bahannya ga panas. Tapi karena inget box bag yang aku pengen banget itu, aku bilang ga suka.

Keluar dari toko, aku bisikin "Maa... Maunya tas kotak yang malem itu" tapi pas lagi muter-muter malah masok ke toko baju laen lagi dan dibeliin 2 kemeja yang aku suka banget bahannya.

Jadi box bag apa kabar? Ga jadi beli? Of course not! Abis dari situ, naek ke lantai 3. Ke tempat box bag itu. Kata Mama "bayar sendiri yaa" dan aku protes "ih Mama... Kan udah bilang tadi maunya tas ini. Mama tuh tawarin kemeja. Ga nolak dong". Lah ini kenapa Mama yang disalahin yaa hihiihi.

Tau ga yang bikin lebih bahagia lagi apa? Aku nanya sama waiter-nya "ada laen ga tas yang persis gini? Jangan yang di display" trus si kakak itu nyariin di lemari. Katanya "ga ada. Tas ini udah 2 kali repeat order dan warna yang kea gini cuma satu".

Jadi aku dikasih bon trus disuruh ambel dikasir sudut sana. Pas lagi antri, cowok depan aku bilang "tas itu keren yaa" sambil nunjuk box bag aku. Aku? Senyum geli di belakang. Dan si kakak kasirnya juga bilang hal yang sama. Rasanya? Pengen ketawa gedek-gedek. Semoga aja bener kalo warna tasnya cuma ini. Paleng ga yaa di area Banda Aceh.

Jadi hari sabtu lalu, pulang dengan 1 box bag, 2 shirts and 1 blouse. Yeah batik blouse. Yang ini mah dibeli 5. Mama. Ayah. Aku dan 2 adekku. Pas nih buat lebaran :p

Pas Mama ngajakin pulang, sambil jalan aku mikir... Aku pasti bakalan direpetin abis-abisan sama si bebeb -my best friend- kalo aku ga bawa pulang apa-apa buat adek aku. Akhernya aku minta Mama buat beliin mereka bedcover klub bola kesayangannya. Manchester United.

Itu aja masih kena omel sama si bebeb. Tapi mendinganlah. Katanya "kalo aku yang jadi adek qe, udah aku bunuh kalo punya kakak kea gini. Asal ke pasar, ada aja barang pribadi yang ditenteng masok kamar". Aku cuma bisa meringis aja.

Emang sih harga sepasang bedcover itu sama kea harga 2 kemeja aku. Tapi kan yang penting mereka seneng. Buat apa beliin yang lebih mahal kalo mereka ga seneng pakenya? *pembelaan diri*

So... Udah ngerti kan kenapa aku jadi amat sangat egois. Jauh sebelom si bebeb ngomong gitu, aku tau kalo aku ga suka punya sister. Kalopun aku punya sister, jauh sebelom dia lahir aku bakal amat sangat membencinya. Karena udah pasti aku ga akan dapet fasilitas istimewa kea gini. Tuhan emang Maha Tau. Maha Baik banget juga sama aku. Alhandulillah.

Ini box bag yang bikin aku galau to the max kemaren itu -labelnya belom dibuka- yang bahkan aku gatau itu warna apa. Antara orange-brown yaa dan dompet merah besar juga xD

Monday, 17 June 2013

My Best Shopping's Partner

Seperti janji aku di-postingan sebelumnya. Aku bakal cerita lagi tentang sisi egois aku. Let's start!

Paling asik itu nemenin Mama ke bank. Pasti buat ngambil gaji dong. Dan kalo abis dari bank, mana ada cerita langsung balek ke rumah. Singgah dulu di pasar lah yaa. Cewek kalo lagi banyak uang mana tahan ga shopping :p

Dan kalo udah di pasar itu, paling asik dapet pertanyaan "kakak mau apa?". Surga banget rasanya hahaa. Tinggal sebut deh. Kemeja baru. Sepatu baru. Tas baru. Dompet baru. Dress baru. Apa aja.

Tapi belinya ga sekalian. Sadar diri juga dong aku. Paleng satu-dua item di atas. Tapi hey itu aja udah asik banget.

Buat anak cowok? No. My mom rarely buy something to them. It always be me. Paleng pas lebaran aja orang tu dikasih uang buat beli baju ama sandal. Pas pergantian taun ajaran baru beli tas ama sepatu. Dan aku dapet juga xD

Itu lebih karena mereka ga suka dibeliin lagi ama orang tua. Pengennya beli sendiri. Yaa kalo kasih mentahnya ortu aku keanya ga suka. Jadi yaa gitu.

Malah nih yaa pernah pas aku lagi ga mood shopping atau saking gatau pengen apa lagi, pas Mama nanya pertanyaan "surga" itu dan aku jawab "lagi ga pengen apa-apa".

Oke oke. Aku tau aku bakalan dikatain bego banget ama seluruh cewek di dunia ini. Tapi kalo lagi ga mood, ga ada barang yang keliatan bagus satupun.

Dan ga cuma sampe segitu aja. Kalo Mama pigi sama tante aku, pasti ntar ada sesuatu hasil belanjaan itu buat aku. Aku gatau antara Mama yang suka banget shopping atau ga sadar kalo anak gadisnya udah sebesar ini -____-

Tapi apapun itu. Mama is my best partner in shopping. No doubt about it hahahahaa.

The Selfish Ababil

Menjadi anak perempuan satu-satunya diantara 4 saudara lelaki itu amat sangat menyenangkan. Apalagi dengan posisi pas di tengah. 2 old brothers and 2 young brothers.

Yeah... Meski ada beberapa hal yang ga aku sukai. Tapi hey kita ga akan pernah menemukan orang yang bener-bener mengerti kita. Karena itulah ada yang namanya toleransi dan saling menghargai.

Jadi, aku pengen share dikit soal keegoisan aku pas jaman labil dulu. Yaaah walopun kalo hal itu terjadi sekarang, reaksi aku akan tetap sama hehe. Yayayaa I know I am selfish.

Cerita ini kalo ga salah pas umur 12-13 taon gitu deh. Pokoknya pas aku masih pake seragam putih-biru itu. Lupa kapan tepatnya. Udah lama banget.

Suatu hari Mama minta tolong aku untuk ngambil sesuatu di kamar beliau. Sebagai anak yang baik -cailee- aku nurut. Pas sampe di tempat yang dituju, ga sengaja aku nemuin sesuatu.

Aku nemuin selembar kertas hasil USG dari salah satu dokter kandungan ternama di kota ini. Iya. Hasil USG. Apasih yang terpikirkan oleh seorang anak abege pas liat print out USG dengan nama lengkap sang Mama tertera di sudut kertas itu?

Hal pertama yang terpikirkan -dan ini juga pengaruh sinetron- adalah bakalan punya adik. Of course. Dan jiwa labil egois si abege langsung naik ke titik maksimal.

Otak kecilnya pada saat itu langsung langsung bekerja cepat. Punya adik lagi yang pasti bikin salah satu "titel" aku hilang. Ga akan ada lagi posisi anak tengah.

Dan kalo adiknya perempuan, dia bakalan "ngambil" lebih banyak hal lagi dari aku. Goodbye to the only one my parent's daughter. Dan juga cucu perempuan terakhir dari keluarga Ayah -aku juga jadi cucu perempuan pertama dari keluarga Mama-

Dulu sebelom aku umur 5 taon, aku pengen banget punya adek cewek. Tapi setelah lebih dari 13 taon -pada waktu itu- menjadi the only one daughter in my family itu rasanya luar biasa, aku ga mau ada saingan.

Dan sepanjang hari itu -entah ditambah beberapa hari berikutnya- aku ngambek sengambek-ngambeknya sama Mama. Mogok ngomong. Masok kamar dan nangis sambel nanya "kenapa harus punya adek lagi sih? 5 anak ga cukop apa?". Mana sodara aku juga pada godain aku mau punya adek. Yang enggak tinggal meledak aja aku waktu itu. Aku nulis ini sambel senyum geli inget kejadian dulu :)))

In the end, aku baru tau kalo hasil USG itu bukan karena Mama mau punya anak lagi tapi karena ada tumor kecil di rahimnya. Myom. I was sooo sad. I've thought negative about her :(((

Alhamdulillah myom-nya udah diangkat awal november 2009. Lupa tanggalnya. Yang pasti pas Mama ultah tanggal 8, masih harus bedrest di RS.

Trus pas aku udah ga labil kea dulu lagi, umur udah jalan 23, apa aku masih egois? Of course YES! I'll tell in next post :)))

Monday, 3 June 2013

Bahkan dalam mimpi sekalipun

Ga tau mau mulai dari mana. Yang jelas aku pengen nulis mimpi tadi malem. Eh bukan malem. Abis subuh. And I know, mimpi abis subuh itu bawaan syaithan. Ntahlah. Aku cuma pengen nulis aja.

Setelah kemaren itu aku dapet sms dari si bebeb yang isinya "selamat anda telah berhasil move on", ada perasaan lega. Lega karena emang orang lain yang bilang udah move on, bukan aku yang ngotot kasih label itu ke diri sendiri.

Jadi, tadi abis subuh itu aku tidor lagi. As usual lah. Nah aku mimpi tentang orang-yang-tak-boleh-disebutkan-namanya-itu. Ga tau mulanya gimana, tiba-tiba aja aku lagi duduk santai sambil minum gitu. Bahuku gatal. Jelaslah aku harus ngapain. Garuk!

Tapi makin digaruk malah makin gatal. Datanglah seseorang dari belakang. Berdiri tepat di sebelah kiriku. Meletakkan tangan kanannya di bahu kananku yang gatal tadi. Mengusap perlahan. Ajaibnya gatal itu langsung hilang.

Aku ga inget, gimana ceritanya ibu jari seseorang itu bisa skin to skin sama bahu aku. Padahal aku pakai kemeja dan jilbab (tentu aku pake jeans juga). Aku kaget. Semacam ada sensasi gelenyar hangat. Dan ketika aku mendongakkan kepalaku, betapa kaget yang amat sangat terlihat jelas di wajahku, menyadari siapa yang berdiri tegak di sisi kiriku.

Dia. Yaa dia-yang-tak-boleh-disebutkan-namanya-itu!

Aku yang di dalam mimpi itu langsung blushing. Dalam mimpi sekalipun logika aku "sadar" itu bukan hal yang aku inginkan. Bahkan otakku mengatakan "jangan jatuh untuk yang kedua kalinya dengan orang yang sama, bego!"

Sekarang aku ragu. Apakah benar aku udah move on. Tapi aku ga merasakan hal yang aku rasakan dulu terhadapnya. Ga kesel (oke, cemburu) saat liat dia akrab dengan cewe lain. Malah dalam hati aku cie ciein lagi. Ntahlah.

Aku akuin. Kamu hebat. Bahkan dalam mimpi sekalipun kamu berhasil meraih hatiku. Melawan logikaku sendiri. Hebat! *fake smile*

Friday, 3 May 2013

Ayah As An Engineer

Pernah suatu hari... Eh ga suatu hari juga sih. Udah beberapa kali gitu, om aku minta dibuatin draft teras dan pagar rumahnya sama aku. Tapi ga pernah aku buat.

Faktor utamanya sih gegara aku ga punya ide mau bikin apa dan gimana. Disamping akupun rada males juga. Bayangin aja selama hampir satu semester ini cuma di rumah aja. Ga ke kampus. Belakangan baru buat rancangan. Itupun satu aja. Lah curhat -____-

Jadi karena aku ga buat, akhernya on minta tolong sama Ayah. Ntahlah gimana Ayah buat. Intinya beneran dibuat dengan serius. Pake pulpen, penggaris dan lainnya. Manual bukan autocad (itu aja udah bagus. Aku disuruh buat juga belom tentu manpu).

Trus beberapa hari lalu pas ga sengaja lewat rumah si om, lagi proses dibikin tembok bata. Dan pas aku liat, keren juga konsep Ayah. Ga sekedar "punya pagar aja" tapi emang dibuat gimana bagusnya.

Awalnya si abang protes gini gitu. Pas diperhatiin, eh ternyata si abang malah bilang "rupanya udah duluan Ayah pikirin dari awal buat rumah ini dulu". Ketawa dalam hati. Sok sih :p

Rumah itu udah lama dibangunnya. Ada kali yaa 10 taon gitu. Pas dibuat konsep sama Ayah dulu, udah diperkirain ntar kalo mau direhab, tinggal pasang ini dan begini.

Sebenernya Ayah itu ga pernah mengenyam pendidikan formal khusus untuk seorang engineer. Tapi yaa itu. Kalo udah buat draft ga pernah setengah-setengah. Total. Bahkan untuk urusan sebuah ventilasi sekalipun. Ga luput dari perhatian Ayah akan keindahannya.

Aku dan si abang yang notabane-nya kuliah di teknik sipil, dengan segala kerendahan hati, mengakui bahwa konsep dan pemikiran Ayah dalam hal konstruksi itu ga bisa dianggap remeh.

Ayah emang ga punya ijazah atau sertifikat pengakuan atas "engineer" Beliau. Tapi hasilnya terlihat jelas. Walaupun udah kea gitu, Ayah selalu ngajarin kami untuk bersyukur, rendah hati dan ga sombong.

Ayah said that "jangan pernah berfikir bahwa semua yang kalian nikmati sekarang itu hasil dari pemikiran dan kepintaran Ayah. Kalo Allah ga nunjukin jalan akan semua itu, ga akan ada satupun yang kalian nikmati saat ini. Jadi sepintar apapun kita, kalo Allah ga merestui, semua akan sia-sia"

Inilah hal yang paling aku suka dari Ayah. Bukan hanya mengajarkan kami untuk berbuat baik dan bersih hatinya. Tapi juga memberikan contoh langsung. Agar kami lihat sendiri dan meneladaninya. Bukan hanya sekedar kata.

Tuesday, 30 April 2013

The Awesome Onyol

Kalo Onyol bikin karya berjudul "The Fabulous Udin", aku bikin tulisan yang judulnya itu. Kea yang di atas itu loh. Karena ga akan ada si Udin yang fabulous tanpa seorang Onyol yang awesome.

Bukan. Tulisan ini bukannya mau nyaingin hasil karyanya Onyol. Aku ga sehebat itu bisa bikin cerita dengan amat sangat mempesona imajinasi kea Onyol. Aku juga bukan mau review TFU, pasti usah banyak komen tentang itu. Cuma mau cerita aja. Dan semoga Onyol baca *ngarep pake banget*

Jadi gini... Aku udah tau kalo di Banda Aceh -daerah paling ujung Indonesia juga paling telat nyampenya kalo ada buku baru- udah ada novel TFU di tokbuk. Tapi waktu itu aku ga kepengen baca. Apalagi beli *maap Nyol*

Aku penikmat bacaan. Mau buku atau digital, aku suka. Asal sesuai dengan genre yang kusuka -loh kok curhat yaa. Oke back to topic- tapi karena sebelumnya aku baca buku dari beberapa selebtwit, ga ada yang bisa bikin aku ngerasa "this book has something different". Bisa aku tamatin aja udah bersyukur. Kebanyakan cuma baca setengah, bosan, trus jadi salah satu koleksi di lemari.

Gitu juga pas aku pengen baca TFU. Ah palingan juga sama kea buku dari selebtwit lain. Bahkan komentar para LOLers dan parabebeb pun ga sanggup bikin aku luluh *aduh maap lagi Nyol kalo kejujuranku melukaimu. Pffft*

Tapi beberapa hari yang lalu ga tau kenapa tiba-tiba jadi pengen baca TFU. Akhirnya senin kemarin, 29 April, aku beli. Dan dengan segala kerendahan hati, aku mengakui bahwa this book has something different. Saking asyiknya aku baca TFU, aku ga sadar saat dosen pembimbing yang aku tunggu lebih dari 2 jam, udah ada di ruangannya ( ._.)/

Dan baru beberapa menit yang lalu aku tamatin TFU. 7 stars from 5. Lebay? I dont think so. Onyol deserves to have it. Biasanya aku kasih 4,5 buat novel paling bagus.

Dimana pernah kamu baca novel yang alurnya sederhana tapi dengan karakter tokoh yang luar biasa sampe si pemeran utamanya bisa "perang" ama penulis? Dimana pernah kamu baca ada seorang bocah yang bisa membuat masalah rumit menjadi sederhana bahkan orang dewasa ga bisa menyelesaikannya? Dimana pernah kamu baca novel dengan bahasannya yang ringan mampu menjelaskan teori relativitas dan fisika dengan mudah dipahami? Aku rasa ga akan pernah ada tanpa seorang Onyol mengeluarkan imajinasi di kepalanya dalam sebuah buku.

Gausah nanya gimana cara Onyol bikin aku terlena dengan kata dan ceritanya. Mending baca sendiri deh. Karena cerita ga akan pernah seindah ketika merasakannya. Buat yang selama ini ga suka baca, TFU bisa jadi permulaan yang bagus dan bakal bikin kalian jatuh cinta.

Dear Onyol... Aku sangat berterima kasih buat TFU. Terutama atas penjelasan teori relativitasnya. Sejak SMA sampe kemaren yang hampir 5 taon lulus SMA, aku ga ngerti tentang relativitas. Udah dijelasin tentor dan guru, tetep ga ngerti. Padahal aku murid kesayangan guru fisika saat itu *sifat pamer Suri nular nih -____-* kadang temen-temen minta diajarin sama aku. Tapi ini jangankan ngajarin, buat ngerti untuk diri sendiri aja aku ga bisa. Aku ga nyalahin tentor dan guruku. Mungkin kapasitas otakku aja yang lambat hingga sulit mencerna.

Dan juga buat para dedek unyu yang masih sekolah, novel TFU ini recommended banget. Kalian bisa belajar fisika dengan menyenangkan. Bukan lagi menjadi momok yang menakutkan. Bahkan sebenernya fisika itu asik, kalo kalian ngerti apa maksudnya.

Buatku, Onyol yang sekarang bukan cuma si mesin pembuat tawa tapi guru fisikaku juga. Lebih kece dari Einstain. Kan gegara mbah itu aku pusing mikirin relativitas. Kalo Einstein diibaratkan migrain maka Onyol adalah obatnya ♥

Buat mengerti sesuatu itu mudah tapi bisa menyederhanakan hal yang rumit hingga bisa dimengerti oleh orang lain bukanlah pekerjaan yang gampang. He's not just clever but smart.

Oke. Cukuplah muji Onyol. Udah kebanyakan ini. Besar kepala tuh. Takotnya pecah sebelum dibukukan. Kalo ga bisa nulis, akan makin banyak sendal yang ilang -abis muji malah ngledek. LOLers sejati- Nyol, aku tunggu buku selanjutnya! :))

Saturday, 27 April 2013

GA USAH LAGI ADA ANGGARAN BUAT PENGHIJAUAN

Selama ini sering kita denger istilah global warming. Salah satu cara mencegahnya dengan menanam banyak pohon. Bahkan pemerintah ngeluarin dana anggaran khusus untuk hal ini. Tapi kea nya udah ga perlu lagi sekarang.

Tadi pagi tiba-tiba ada yang telpon Ayah dan bilang kalo pohon asam yang udah ditanam selama 5 taon, udah ditebang. Padahal pohon itu ditanam di tanah pribadi. Pohonnya pun dibeli sendiri. Mama jelas marah banget. Pohon asam itu dibeli pas berobat ke Penang dulu.

Yang buat marah dan kesal, pas ditebang ga pake ijin dulu. Ayah taunya pas ditelpon ama orang yang liat. Sama sekali ga menghargai orang lain. Aku ga tau orang-orang itu otaknya masih melekat di kepala atau udah pindah ke dengkul. Atau ga dateng pas Tuhan lagi bagiin otak.

Alasannya? Karena menghalangi pandangan mata ke masjid. Padahal brapa coba tinggi pohon asam yang masih 5 taon? Paleng skitar semeter. 2 meterlah kita bilang. Manapun lebat kali daunnya.

Kalo alasannya mau bikin perluasan jalan. Ayah pasti ijinin. Untuk umum. Dan biasanya, diminta ijin yang punya dulu. Orang PLN pas mau pangkas dikit dahan pohon yang kena kabel listrik aja minta ijin dulu. Apalagi kalo mau ditebang semua.

Kalo gegara itu alasannya, yaudah tebang aja semua pohon yang ditanam depan masjid. Pohon kurma depan Masjid Raya suruh tebang juga. Menghalangi pandangan mata ke masjid banget tuh. Kalo berdiri depan istana kado emang ga nampak. Ada pohon gede.

Dan bilang sama bupati juga gubernur. Gausah lagi keluarin dana anggaran buat penghijauan kota, penanaman sejuta pohon dan sejenisnya. Buat apa? Buang-buang uang aja kan? Udah ditanam, trus ditebang seenaknya.

Friday, 26 April 2013

Boy... I miss you so much!

Anak lelaki ini... Anak lelaki yang paling tampan yang pernah kulihat. Yang udah aku cintai bahkan sejak dia belom dilahirkan.

Anak lelaki ini... Yang udah aku doain kesehatannya, keselamatannya dan kebahagiaannya jauh sebelum dia mengenal aku.

Anak lelaki ini... Yang amat aku sayangi dengan sepenuh hati bahkan sebelum tau dia seorang anak lelaki.

Dear Achmad Adya Fachraza... My beloved nephew, auntie really miss you. Much.

Adanya kamu memberikan kebahagiaan yang sangat besar buatku. Apalagi orang tua kamu. Dan kepergianmu sejak 3 Maret 2013 lalu. Terasa begitu cepat. Meninggalkan perih yang masih tersisa hingga hari ini. Dan sampai kapanpun.

Malam itu... Pertama kalinya aku bermimpi bertemu kamu. Kita maen bareng. Ketawa bareng. Aku gendong kamu dengan senyum yang selalu terhias di bibir.

Malam itu... Ketika kamu hadir lagi dalam mimpiku. Kamu sudah lebih besar beberapa tahun. Kita memang bermain lagi bersama. Ketawa lagi dengan bahagia. Tapi pada akhirnya, aku tau bahwa kita bermain bukan di taman biasa. Kita bermain di taman sebuah rumah sakit.

Membuat aku tersadar. Kalo kamu tinggal lebih lama di dunia, kamu ga bisa menikmati masa kecil yang sama seperti teman sebaya. Karena ga bisa jauh dari obat dan rumah sakit.

Dan aku tau, Allah lebih mencintaimu daripada kami. Allah lebih sayang kamu. Allah tau yang terbaik untukmu.

Pergilah sayangku. Meski rindu sedang bertalu di dalam dadaku, aku coba mengikhlaskanmu. Bukan. Bukan untuk melupakanmu. Karena itu ga mungkin kecuali aku amnesia atau Allah memanggilku.

Karena aku tau, kamu lebih bahagia di sana. Di tempat tiada lagi obat dan alat kedokteran yang menghalangi gerakmu. Di suatu tempat yang tiada lagi kesakitan. Hanya ada senyum dan kebahagiaan.

Doakan aku untuk segala kebaikanku. Dunia akhiratku. Saat tiba waktu itu, genggam tangan kedua orang tuamu. Tunggu aku di surga. Dan kita semua akan berkumpul lagi bersama. Aamiiin yaa Rabb.

Ayah as My Daddy ♥

Kenapa judulnya gitu? Karena bagi aku, Ayah ga sekedar as my beloved daddy. Ayah can be my bestfriend, partner to haha hihi, partner to discuss, partner to debate with my mom, also as my "boyfriend" and etc. Laen kali aku akan tulis tentang Ayah dengan cerita dan sosok yang berbeda. Insya Allah.

Minggu sore duduk rame-rame sambil minum jus di sebuah ruko. Depan rukonya ada showroom Toyota dan Honda.

Showroom Honda baru diresmikan jadi ada promo gitu. Cashback 50-80 juta. Kan lumayan. What? Orang kita yaa. Segitu dibilang lumayan padahal bisa buat rumah biarpun belom siap pakai. Yaudah back to topic.

Jadi pas lagi dudok-dudok itu, iseng kan aku nyelutuk "Yah... Beli itu dong" sambil nunjuk showroom Honda pake dagu.

Trus si abang bilang "apasih nambahin beban pikiran Ayah aja. Minta macem-macem" Dan akupun pasang tampang sewot. Tapiiii tau ga Ayah jawab apa? Ayah bilang "iyaa.. Boleh"

Girang banget tuh. Padahal belom tentu juga :| tapi seneng aja sih pas Ayah bilang boleh dan belain aku juga.

Ayah itu apa aja yang aku minta, jawab ny gitu. Kalo ga "iyaa boleh" pasti "ntar yaa kalo kita ada rezeki lebih baru beli". Iya. Apapun yang aku minta. Meski ga semuanya juga terpenuhi. Biarpun kata "iya" itu hanya sekedar aja.

Aku ga ngerasa di PHP. Kalo emang ngerasa "butuh" pasti aku minta lagi dan lagi. Kalo cuma iseng, aku minta sepintas aja. Tapi kalo emang Ayah mau ngasih yang aku minta sepintas itu, pasti seneng banget dong aku. Alhamdulillah yaa Allah udah kasih Ayah yang segitu hebatnya buat keluarga aku :))

Sunday, 21 April 2013

Birthday Surprise

Hmm... Agak telat sih yaa posting soal birthday surprise nya. Tapi ya udahlah yaa. Daripada ga di post :p

Oke. Mulai dari 06 Juli 2012. Pertama kali bikin surprise. For my best(sister)friend hihiihi. Ngucapin sih pas tengah malem. Kea biasa. Tapi temen-temen sekelas dua ga ada tang ucapin. Ga tau aja dia kalo aku setongkol eh sekongkol ama anak kelasnya buat kasi surprise di Canai Mamak, Setui.

Ceritanya anak kelas A1 mau ngumpol. How was surprise she is when I came with a birthday cake. Nongkrong bentar. Kenalan ama adik-adik kece itu. Baru pulang. Pertama kali ke CM tuh ( ._.)/

Ga punya foto-foto pas hari itu sama aku. Semuanya di camdig birthday girl.

Oke. Next. My mom's birthday on 8th November 2012. My mom's golden birthday excatly. I wanna give something. So I ordered a birthday cake. A rainbow cake.

Di rumah ga ada perayaan ulang taon gitu sih. Inget aja udah syukur. Jadi aku pengen dobrak tradisi itu. Kalo sebuah cake bisa bikin happy, why not?

A rainbow cake for my mom's golden birthday ♥

On 24th November 2012, I gave a angrybird's pillow to my niece. I love her so much. She always be my little angel. My moodbuster. My smile with her smile, laugh or talking.

On 30th November 2012. My 22th birthday. No special cake. No birthday's greeting from my parent. But I accepted many gift. Special gift from my family and bestfriend

My parent gave me a smartphone. So I can blogging wherever and whenever. The smartphone that I've wanted so much. Thanks Ayah and Mama ♥

My bestfriend gave me an emot's pillow. My sister in law gave me a t-shirt. And the big suprise came. A gift from my beloved brother. He sent a shoes from Bandung. What a great birthday. Alhamdulillaaah.

There are some picture. I catch in on that day.

And last... Last in this posting. Hopefully this is not the last I give something to people I love so much. The birthday cake for my little brother.

Sori nih kalo berantakan. Posting from my smartphone. Don't know how to blogging as good as in PC. Enjoy!

My Sisters

I have 2 sisters now. The first one, I got her from friendship. She is younger than me. It is makes me feel like a teenage again. Doing something crazy with her. Going to somewhere place that we want. Correcting each other when we make some mistakes.

The second one, I got her from my big brother. My sister in law. She officially has been my sister since 29th March 2012. More than a year ago. She is a calm girl with a tought soul. We are sharing how to use make up. I often ask her, how to defend a relationship. Be sides she is older than me, she has been a relationship with my brother more than 8 years before they married last year.

With my sisters, I can do anything. Walk arround. Eating in somewhere. Cooking something. Going to majlis ta'lim. Sharing some jokes or telling about anything. Gossiping everyone and laughing together.

My sisters and I sometime go somewhere together. It is really fun. And I love them so much. Alhamdulillah, Thanks God for sent me a beautiful, kind, pious and wonderful sisters.

Hopefully, the next and all my sisters in law have the same character with us but have some unique character each other to make us are different.

Friday, 19 April 2013

ada yaa maksa berbuat baik? ada!

terdengar sebuah percakapan dua anak manusia di suatu senja...
 A: hmm... masih suka males ngaji ga?
 B: lumayan sih. kalo dibandingin ama kmaren, lumayan baek. tapi kalo dibandingin taon lalu, lumayan jelek. knapa?
 A: ntah knapa kepikiran, kok yaa baca novel enteng aja ampe ngabisin 2 judul dalam sehari tapi kalo baca Qur'an 2 lembar aja udah ngeluh. berat. kalo inget gitu, aku suka paksa diri buat baca Qur'an selembar lagi.

 hmm... sebenernya percakapan yang terdengar itu menohok pas dihatiku. blakangan jadi males. shalat cuma mau "absen" aja ke Tuhan. ga bener-bener dari hati.

pengen banget bisa shalat dan ibadah laennya (ga perlu disebutin juga ibadah apa yang aku lakuin itu kan yaa) dilakukan dengan sukarela bukan lagi terpaksa.

tapi bagiku, "paksa" diri buat ibadah itu malah bagus. tapi "paksa" ny pelan-pelan. yang kira-kira bisa dijadikan rutinitas. bukan sekedar hanya untuk beberapa saat. jangan langsong "paksa" yang berat. itu ga akan lama.

tapi ada kok yang bilang "ga ada paksaan dalam agama". ini kata siapa? oke. terserah ini siapa yang bilang. ga mau ngajak ribut. ga penting juga.

tapi aku mau kasih contoh. dulu pas kecil, shalat dipaksa/diancam ga sama orang tua? pasti! nah skarang masih dipaksa ga? paleng cuma diingetin aja kan? kalo dulu orang tua ga "paksa" buat shalat, apa skarang pas besar bakalan jadi rajin shalat? ga akan!

 daaann... kalo ada kebaikan yang udah jadi kebiasaan (ga mesti frekuensi ny tiap hari, bisa tiap minggu, bulan atau tahun), tetap lakukan. paksa! karena membangun kebiasaan baik itu butuh waktu bertahun-tahun tapi ngancurin ny cuma butuh beberapa hari aja. saat pengen ngelakuin lagi, lebih susah daripada pas mulai dulu.











Thursday, 18 April 2013

pernah ada...

pernah ada di suatu masa, my heart beating so fast when i saw you, when I talked to you, when I saw your smile and laugh.

pernah ada waktu dimana mendengar kabarmu itu adalah berita yang bikin bahagia. melihat namamu di inbox bisa menimbulkan sebuah senyuman. dan berbicara ditelpon ga bikin aku bosan dengan cerita hidupmu.

pernah ada saat dimana namamu kusebut dalam sujud terakhirku dan dalam barisan doa yang kupanjatkan disepertiga malam terakhir selepas tahajudku.

pernah ada "percakapan" dengan Tuhan akan dirimu. memohon yang terbaik bagi hidupmu. tak apa aku tak pernah menjadi bagian penting dalam hidupmu, asalkan Tuhan selalu menjadi yang terpenting untukmu.

tapi saat kamu kembali "kesana", aku tau (sepertinya) segala usahaku sia-sia. dan aku lelah. lebih menyakitkan daripada saat kamu bersikap cuek padaku. jauh lebih menyakitkan daripada melihatmu pergi jauh dariku.

dan skarang aku berhenti. benar-benar berhenti. berhenti mendoakanmu. berhenti pula mengharapkanmu. logika dan para sahabat terbaikku melarangku melakukan "hal bodoh" itu lagi. satu kalimat yang sangat menohok "you... a kind and pious girl. how could meet this bastard guy? he never deserve to has all of you did!"

 semua emang udah berlalu. akan aku jadikan sebuah cerita yang aku kenang di masa depan. bahwa aku pernah "sebodoh" itu. dan aku masih tetap menginginkan, suatu saat nanti ketika aku bertemu kamu lagi, kamu sudah menjadi manusia yang lebih baik. menjadikan Tuhan yang terpenting dalam hidupmu. dan menemukan seorang wanita yang penuh cinta dan rasa sabar yang luar biasa.

aku yakin Tuhan telah menyiapkan seseorang diluar sana. yang terbaik untuk melengkapiku. terbaik untuk menjadi anak lelaki bagi orang tuaku. terbaik untuk menjadi orang tua bagi para buah hati kelak. terbaik bagi mereka yang kucintai. dan aku bisa menjadi yang terbaik untuk melengkapinya. terbaik untuk menjadi anak perempuan bagi orang tuanya. terbaik untuk menjadi orang tua untuk para buah hati tercinta. dan terbaik bagi mereka yang dicintainya.

from the buttom of my heart, I would say: semoga Tuhan melindungimu. bahagialah selalu...












move on

ternyata move on ga segampang yang aku kira. namun juga ga sesusah yang mereka gembar-gemborkan di luar sana. kalo aku bilang sih, move on itu hanya perlu konsisten.

bukan untuk melupakan apa yang telah terjadi tapi berdamai dengan masa lalu. karena ga mungkin untuk bisa melupakan sebuah kenangan kecuali amnesia atau napas terhenti.

maafkan diri sendiri. yah nama ny juga idop. ga selalu bahagia. pasti ada sedih ny. trus maafkan orang yang nyakitin kamu. oke ini berat. tapi bukan berarti ga bisa. daripada asik kepikiran dia terus.

kalo udah coba maafin tapi masih ngerasa ada yang mengganjal, cobalah minta maaf sama orang yang nyakitin itu. what? udah kita yang tersakiti, knapa pula kita yang harus minta maaf?

percaya deh the power of fogiven and apologize itu luar biasa. abis minta maaf, hati bakalan lega. kea ada beban berat yang terangkat.

minta maaf dengan tulus itu butuh hati yang luas. ego yang rendah. dan pastinya jiwa yang besar serta keberanian yang luar biasa. tapi abis minta maaf hati jadi damai. tidurpun jadi lebih nyenyak dan tenang.

bukankah yang paling diinginkan itu perasaan lega tanpa dendam dan hati yang damai tanpa permusuhan? ;))